KONSEP IMAN DALAM QS.AL-BAQARAH AYAT 177 DAN RELEVANSINYA DENGAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

Collection Location Perpustakaan STAI Tasikmalaya Contact Detail
Edition
Call Number C-65
ISBN/ISSN
Author(s) HEPI HAPIPAH
Subject(s) SKRIPSI PAI
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher STAI
Publishing Year 2016
Publishing Place Tasikmalaya
Collation 69 hlm; 29,5 cm
Abstract/Notes Konsep Iman dalam QS.Al-Baqarah ayat 177 dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam. Tasikmalaya: Program studi Pendidikan Agama Islam di STAI Tasikmalaya, 2016.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman sebagian kaum muslimin yang tidak menyeluruh mengenai keimanan. Sebagian orang mengira bahwa jika telah menjalankan shalat lima waktu dan ibadah mahdah lainnya, mereka cenderung mengatakan diri mereka telah beriman. Bahkan ada juga yang menganggap diri mereka baik, selalu benar perbuatannya yang menganggap diri mereka suci. Hal tersebut merupakan pemahaman dan pandangan yang keliru tentang keimanan. Surah Al-Baqarah ayat 177 merupakan ayat yang telah lebih mewakili diantara ayat-ayat lainnya yang membahas mengenai keimanan, oleh sebab itu, menjadi menarik bagi penulis untuk mencari tafsirannya. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Guna mengetahui konsep iman yang terkandung dalam QS. Al-Baqarah ayat 177. 2) Untuk mengetahui Relevansi pengembangan akal dan akhlak dengan konsep iman dalam QS. Al-Baqarah ayat 177. 3) Dan mengetahui relevansi penguasaan ilmu dengan konsep iman dalam QS. Al-Baqarah ayat 177.
Jenis penelitian ini adalah studi pustaka (Libraryreserch), dengan pendekatan filosofis. Sedangkan teknik yang digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini adalah contenanalysis atau kajian isi.
Hasil penelitian ini adalah: 1) Konsep iman berdasarkan analisis penulis adalah bahwasanya iman yang sebenar-benarnya iman adalah yang sesuai sikap, ucapan, dan perbuatan yang akan menyinkronkan akal, ilmu dan akhlak. 2) Relevansi konsep iman dalam surah al-baqarah ayat 177 dengan tujuan pendidikan Islam terdapat tiga hal utama, yaitu dalam pemberdayaan akal, hati, dan perbuatan. Seseorang dikatakan telah memiliki iman yang benar jika ia mampu menyesuaikan antara sikap, ucapan dan perbuatannya. Selanjutnya, insan kamil merupakan tujuan tertinggi dari tujuan pendidikan Islam. Manusia disebut sebagai insan kamil jika ia mampu menyeimbangkan jasmani dan akhlaknya.
Specific Detail Info
Image
Download PDF
atau gunakan fasilitas google search dengan memasukan kata kunci
KONSEP IMAN DALAM QS.AL-BAQARAH AYAT 177 DAN RELEVANSINYA DENGAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM ; filetype:pdf
  Back To Previous